kenapa yah hari ini males banget ke kampus.tubuh ini serasa gak punya tulang.tapi aku harus bergegas ke kampus kalau gak mau kena damprat lagi dari ibu lisa.dia terkenal dosen yang killer di kampusku.
tapi aku enggan bertemu dengan dicky dan tia,kedua makhluk yang sangat menyebalkan buatku.kenapa juga aku harus sekampus bahkan harus rela sekelas dengan makhluk itu.
yah…walau dulu tia sahabat terbaikku tapi itu duluuuuuuuuu sekali.sebelum dia menorehkan luka yang amat dalam dihatiku.seorang tia yang sudah kuanggap seperti teman,guru,sahabat,dan seperti kakakku sendiri.teganya dia merenggut kebahagianku dengan dicky.
”halo.tia hari ini lu ke kampus gak”tanya ku
”kayaknya gak deh.gw hari ini kurang fit dit.’’sahutnya lemas.
”ok deh cepat sembuh yah bu.”ucapku sambil menutup pembicaraan
yes.akhirnya tia gak ada jadi gw ada kesempatan buat ketemu dicky.cowok yang sudah 1th menjadi pacarku.dicky cowok tampan,baik,dan smart yang membuat aku benar-benar tergila-gila oleh pesonanya.siapa sih yang gak suka sama dicky satu-satunya cowok ganteng yang ada dikampus.
yah…seperti malaikat juga tau.bahwa akulah pemenangnya.ih..jadi njiplak dari lagu nih.semua mata memandang sinis bila aku dan dicky sedang jalan berdua apalagi tangan kekarnya itu selalu merangkul pundakku.oh my good
‘’sayang kamu dimana’’suara dicky diseberang sana
”aku masih dikampus,klo kamu sayang lagi dimana.kok gak ke kampus sih”tanyaku
”aku di rumah sayang”jawabnya
‘’sayang kamu sakit yah.aduh kamu sakit apa kamu pasti telat makan lagi yah,ya udah aku ke tempat kamu yah”tanya ku panik
”enggak usah aku baik-baik aja kok,kamu gak usah kesini.kamu kan capek”pintanya
”ok deh.tapi kamu baik-baik yah,jangan lupa minum obat”ucapku mengingatkan.
sebenarnya saat itu aku ingin langsung keluar dr kampus dan langsung melajukan mobilku ke rumah dicky.aku khawatir dengan keadaannya.tapi tugas dari ibu lisa yang killer yang membuat aku tak berkutik sama sekali.
akhirnya mata kuliahnya usai sudah.hmm akhirnya aku bisa menemui pujaan hatiku.aku sengaja tidak memberitahu kedatanganku padanya,karena aku ingin membuat surprise.
hmmm.sampai juga aku di depan rumahnya.tapi kok nampak sepi yah.tiba-tiba dadaku berdegup sangat kencang sekali.dengan berat hati ku ayunkan langkah kaki ini.sampai aku menuju ke depan kamar dicky.
oh Tuhan,betapa aku terkejut melihat dicky dengan tia yah..tia sahabat karibku.sedang asyik bercumbu di dalam kamar.sampai-sampai mereka tidak menyadari kedatanganku.
sontak aku berteriak,dicky pun menoleh dan mencoba mengejar ku yg saat itu sudah siap berbalik arah dan bergegas pergi dari hadapannya.sedangkan tia hanya terdiam terpaku melihat dicky mengejarku.
“ditza tunggu aku,tolong dengar penjelasanku.”dicky mencoba merayuku
”apa yang perlu dijelaskan lagi,semuanya sudah jelas kok.”ucapku tak mau tau.
”tapi dit tolong kasih aku kesempatan bicara,aku sangat mencintaimu.aku gak mau kehilangan kamu,sumpah dit.”dicky menjelaskan
‘’sudahlah dicky,aku ikhlas bila kamu behagia dengan tia.”pintaku
aku pun bergegas pergi meninggalkan dicky yang hanya bisa terpaku menatap ku.selama perjalanan tak henti-hentinya aku selalu menangis,tak kuduga 2 orang yang sangat aku sayangi,tega menikamku dari belakang.
semenjak kejadian itu.hubunganku dengan tia dan dicky sangat renggang bahkan hancur,tapi dicky gak lagi bersama tia.dia selalu mencoba mendekati ku lagi.dia benar-benar membuktikan ucapannya bahwa dia hanya mencintaiku.
sebenarnya aku pun masih sangat mencintainya.tapi sayang hati ini terlanjur terluka.luka yang tak mudah untuk terhapuskan.sekalipun di basuh oleh cinta dicky.ternyata aku pun tak sanggu menghapuskannya.mungkin hanya waktu.yah..hanya waktu yang dapat membantuku.