Hampir genap 1 tahun aku mendampingi dirimu,aku selalu berusaha menjadi istri yg terbaik,mencintai & manyayangimu dgn segenap hatiku dan sisa hidupku ku serahkan untuk berbakti kepada imamku,yaitu kamu.
Namun,semakin lama aku sadar bahwa kamu tidak mencintai aku sebagaimana aku mencintai kamu,hancur hati ini,namun aku tetap mencoba ikhlas dan berserah diri kepada Allah,aku lelah untuk berharap agar kamu bisa mencintai aku.Karena jika harapanku tak terwujud aku pasti kecewa dan sakit.
Kamu lebih memilih menghabiskan waktu seharian di kantor,pulang larut malam sudah menjadi rutinitas kamu setiap hari,selepas pulang dari kantor kamu lebih memilih menonton TV Dan mengobrol dgn ayahmu sambil menunggu rasa ngantuk menyapamu.
Sikapmu semakin dingin terhadapku semenjak kamu tau aku mempunyai penyakit pasca melahirkan,entah,penyakit apa yg ada di jalan rahimku,
DEAR SUAMIKU….
Andai kamu tau apa yg aku rasakan,Aku sangat membutuhkan perhatianmu,Aku ingin di hargai,Aku ingin dicintai,Aku ingin dianggapberarti dimatamu.
Sering kali aku iri mendengar cerita teman-teman kantor,mereka selalu di beri kasih sayang yg berlimpah ruah dari suaminya.tapi aku tidak mau terlalu larut aku sadar akan semua ini.
aku dan mereka jelas-jelas jauh berbeda mereka menikah berdasarkan cinta dan kasih sayang,sementara aku dinikahi kamu berdasarkan sebuah tanggung jawab,aku gak berhak menuntut lebih karena kamu sudah mau bertanggung jawab kepada aku dan anakku pun aku bersyukur.
terkadang hati kecilku menangis,apa aku selalu di takdirkan untuk tidak boleh dicintai bahkan oleh imam hidupku sendiri,entahlah,bahkan saat kamu lebih memilih mengantar kakak iparmu di bandingkan mengantar aku untuk membawa anak kita ke dokter aku pun hanya diam,tapi emosiku pun meledak segala yg aku rasakan selama ini tertumapah ruah bersama emosi yg tak terkendali,ku memutuskan untuk pergi bersama naufal kerumah orang tuaku,namun kamu terus memohon untuk aku bertahan dan kamu berjanji akan merubah sikapmu yg dulu dan berjanji akan lebih memperhatikan dan menyayangi aku dan anakmu.
sayang sudah hampir 1 bulan aku kembali kepadamu,namun sikapmu tak kunjung mengalami perubahan,yang ada kamu semakin menggila,pulang kerja semakin larut,semakin tak perduli dengan keadaanku dan naufal.
DEAR SUAMIKU…
Rasanya tak perlu jika aku harus mengingatkanmu dgn cara aku pergi meninggalkanmu.sebab jika aku lakukan yang ada keadaan ini akan semakin memburuk,aku bisa gelap mata pergi membawa naufal tanpa kamu tau keberadaan kami.
tapi rasanya aku sudah kehabisan akal untuk mengingatkanmu dan menagih segala janjimu.lewat surat ini aku menyampaikan segala kepahitan yg aku alami.
dari istrimu…